
Kebiasaan tidur terlalu singkat bisa berdampak serius pada kesehatan pinggang. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Frontiers in Public Health tahun 2024 menemukan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 6,55 jam setiap malam memiliki risiko lebih tinggi mengalami sakit pinggang kronis. Bahkan, setiap tambahan satu jam tidur dapat menurunkan risiko hingga 13,6%.
Apa Temuan Studi Ini?
Penelitian ini melibatkan ribuan orang dewasa berusia 50 tahun ke atas yang dipantau pola tidurnya. Hasil analisis menunjukkan, mereka yang rutin tidur lebih dari 7 jam cenderung memiliki tulang belakang lebih sehat dan jarang mengalami nyeri pinggang. Sebaliknya, tidur singkat berulang kali meningkatkan kemungkinan nyeri kronis.
Mengapa Tidur Berpengaruh pada Pinggang?
- Proses perbaikan jaringan terjadi saat tidur dalam, termasuk regenerasi otot dan tulang belakang.
- Kekurangan tidur memicu peradangan yang bisa memperparah nyeri kronis.
- Kualitas tidur buruk memengaruhi ambang rasa sakit, membuat nyeri terasa lebih intens.
Peneliti menyimpulkan bahwa tidur bukan hanya soal energi, tapi juga bagian penting dari pencegahan nyeri pinggang jangka panjang.
Relevansi untuk Masyarakat Indonesia
Data Riskesdas 2023 mencatat lebih dari 33% masyarakat Indonesia kurang aktivitas fisik, sementara kualitas tidur juga menurun akibat pola kerja panjang dan gaya hidup modern. Kombinasi duduk terlalu lama, jarang olahraga, dan tidur kurang dari 6 jam berpotensi memperburuk angka kasus nyeri pinggang di usia produktif.