
Ringkasan: Sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada Juni 2025 menemukan bahwa berjalan kaki sekitar 78–100 menit per hari dapat menurunkan risiko sakit pinggang kronis hingga 23%. Temuan ini menegaskan bahwa aktivitas sederhana seperti jalan kaki bisa menjadi strategi penting untuk menjaga kesehatan tulang belakang.
Apa Hubungan Jalan Kaki dengan Nyeri Pinggang?
Penelitian observasional berskala besar di Norwegia melibatkan lebih dari 11.000 orang dewasa. Aktivitas mereka dipantau dengan perangkat pelacak selama beberapa bulan. Hasilnya, mereka yang rutin berjalan kaki lebih dari 100 menit per hari tercatat memiliki risiko lebih rendah mengalami nyeri pinggang kronis dibanding kelompok yang hanya aktif kurang dari 20 menit per hari.
Catatan klinis: Jalan kaki mampu meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi kekakuan otot punggung, menjaga mobilitas tulang belakang, dan memicu pelepasan endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami. Aktivitas ini juga mudah dilakukan oleh berbagai kelompok usia, termasuk lansia.
Seberapa Efektif Jalan Kaki Dibanding Aktivitas Lain?
- 78–100 menit per hari → dikaitkan dengan penurunan risiko sakit pinggang kronis hingga 23%.
- Jalan dengan tempo sedang/cepat → manfaat lebih besar dibanding jalan santai.
- Olahraga pelengkap seperti yoga, stretching, atau latihan core → dapat mendukung fleksibilitas tulang belakang.
Bahkan jika dilakukan dengan cara membagi waktu menjadi beberapa sesi pendek setiap hari, manfaat jalan kaki tetap terasa.
Keterbatasan Penelitian
Meski menarik, studi ini memiliki beberapa keterbatasan: