
Sakit pinggang (low back pain/LBP) diperkirakan makin jadi krisis global. Studi Global Burden of Disease (GBD) 2021 yang dipublikasikan Agustus 2025 menyebut jumlah penderita akan naik dari 619 juta kasus pada 2020 menjadi 843 juta pada 2050. Bagi Indonesia, proyeksi ini jadi peringatan serius mengingat gaya hidup dan pola kerja masyarakat yang rawan memicu sakit pinggang.
Kenapa Angka Sakit Pinggang Dunia Naik?
Peneliti menemukan tiga faktor utama:
- Penuaan populasi – semakin banyak lansia, semakin tinggi risiko nyeri pinggang.
- Pertumbuhan penduduk – makin besar populasi, makin banyak potensi kasus.
- Gaya hidup modern – terlalu lama duduk, jarang olahraga, serta obesitas membuat tulang belakang bekerja ekstra keras.
Dampak Langsung untuk Indonesia
Indonesia dengan 270+ juta penduduk tidak luput dari ancaman ini. Bahkan, sejumlah kelompok kerja di Tanah Air sudah jadi “korban awal” dari tren global ini: